Kultum Tarawih 26 Februari 2026

Khotbah Tarawih denga khotib ustaz Yasir Muna membahas hadis tentang orang yang bangkrut (al-muflis) yang diriwayatkan oleh Imam Muslim (No. 2581). Dalam hadis tersebut, Rasulullah memulai dengan metode dialog, yaitu mengajak para sahabat berdiskusi terlebih dahulu dengan pertanyaan, “Tahukah kalian siapa orang yang bangkrut?”

Para sahabat menjawab bahwa orang yang bangkrut adalah orang yang tidak memiliki dirham maupun harta benda. Perbedaan jawaban di antara sahabat merupakan hal yang wajar, karena mereka menjawab berdasarkan pemahaman masing-masing.

Rasulullah kemudian menjelaskan bahwa orang yang bangkrut bukanlah sekadar orang yang tidak memiliki harta, melainkan orang yang datang pada hari kiamat dengan membawa banyak amal kebaikan seperti salat, puasa, dan zakat, namun ia juga pernah mencaci orang lain tanpa alasan yang benar, memakan harta orang lain, serta menyakiti orang lain.

Akibatnya, kebaikan orang tersebut akan diberikan kepada orang-orang yang pernah ia zalimi sebagai bentuk pembayaran atas kezaliman yang dilakukan. Jika kebaikannya telah habis sementara tanggungannya belum selesai, maka keburukan orang yang dizalimi akan dipindahkan kepadanya. Hal ini menunjukkan bahwa Islam sangat menjunjung tinggi prinsip keadilan.

Dari hadis tersebut, khotib mengajak jamaah untuk memperbaiki akhlak kepada siapa pun. Dakwah tidak selalu dilakukan di mimbar, tetapi bisa dilakukan di mana saja, seperti di kelas, di tempat kerja, maupun di warung kopi. Menjaga akhlak yang baik merupakan bentuk dakwah ringan yang dapat dilakukan setiap orang.

Sebagai contoh, disampaikan figur Mohamed Salah yang dikenal membawa akhlak baik bahkan saat bermain sepak bola. Sikap dan keteladanannya membantu mengurangi Islamofobia karena masyarakat melihat contoh nyata perilaku Muslim yang baik. Hal ini sejalan dengan Rasulullah sebagai teladan terbaik.

Khotbah menegaskan bahwa keteladanan merupakan sesuatu yang sangat berharga pada masa sekarang. Karena itu, setiap orang diharapkan mampu menjadi contoh minimal di lingkungan terdekatnya melalui akhlak yang baik.