Bukan Soal Have Time tapi Make Time

[Enlightenment Reflection]

“Banyak banget materi ujiannya, aku jadi ga sempet baca Quran kemarin!”
“Aku capek banget ngurusin organisasi, jadi belum sempet baca Quran nih…”
“Ntaran deh baca Qurannya kalo ada waktu luang.”

Pernah tidak ungkapan-ungkapan tersebut terucap atau ada dibenakmu? Kamu terlalu pusing dengan agenda kamu yang melimpah ruah hingga kamu pun lupa untuk membaca Al-Qur’an. Tapi tau tidak, sebenarnya ini masalah tentang prioritas dan manajemen waktu lo. Jangan salahkan keadaannya, karena kesibukan dunia akan terus berlanjut.

Saat kita memang benar memprioritaskan untuk membaca Al-Qur’an setiap hari, maka kita akan meluangkan waktu walaupun hanya sebentar. Seperti kata orang, “Baca Quran itu bukan soal have time, bukan soal give time, tapi soal make time.”

Kalau sangat sibuk, kita bisa awali kesibukan dengan membaca Al-Qur’an. Dipagi hari, disaat kita masih memiliki tenaga dan fikiran yang fresh. Waktu sibuk kita pun akan lebih tenang karena sudah memulai aktivitas dengan kebaikan.

Atau kalau memang sibuk-sibuk banget sampai pagi pun masih melanjutkan aktivitas kemarin, kita bisa membuat waktu membaca Al-Qur’an rutin dalam aktivitas padat itu. Membaca Al-Qur’an tak membutuhkan seluruh anggota badan kok, hanya menggunakan mata, bibir dan tangan. Misalnya, kita bisa membaca Al-Qur’an setiap dalam perjalanan di angkot atau bis, sebelum masuk kelas, atau disaat menunggu teman-teman yang belum datang untuk diskusi belajar atau rapat, dan lain sebagainya.

Dengan demikian sesibuk apapun kita akan tetap dapat membaca Al-Quran setiap harinya. Sudah disyariatkan sebagai hak bagi orang Islam adalah selalu menjaga untuk membaca Al-Qur’an.

“Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al-Kitab (Al-Qur’an)” [Al-Ankabut : 45]

Jadi, sudah baca Al-Qur’an hari ini? 🙂