[2] Asmaul Husna – Ar Rahiim

2

[2] Asmaul Husna – Ar Rahiim | Maha Penyayang

Dzat yang maha penyayang terhadap hambaNya yang beriman besok di hari kiamat. Jadi kepenyayanganNya ini dikhususkan kepada semua hambaNya yang taat sewaktu berada di hari kiamat nanti.

DIA lah sumber kasih sayang yang tidak terbatas yang memberikan pahala abadi kepada orang orang yang menggunakan rahmat dan karunia NYA bagi kebaikan. Hal ini disebutkan dalam al Qur’an (33;43) ” Dan DIA Maha Penyayang [hanya] kepada orang orang yang beriman ”

Al Rahim menunjukkan kasih sayang kepada orang orang yang mempunyai pilihan, dan menggunakannya sesuai kehendak dan keridaan Allah. Ketika Allah berfirman, ” Telah Aku ciptakan segalanya untuk kamu ” hal itu merupakan ungkapan sifat rahmaniyyah NYA. Ketika mendapatkan rahmat ini tersembunyi di dalam segala sesuatu, termasuk diri kita sendiri dan menggunakannya sesuai dengan yang dikehendaki NYA, maka kepada kita akan diberikan pahala keselamatan yang abadi.

Hadirah Mujahid berkata, ” Rahman adlaah bagi umat mannusia di dunia dan rahim adalah bagi umat manusia di akhirat”. Para ulama berdoa” Wahai Yang Maha Penyayang di Dunia dan Maha Pengasih di Akhirat”. Rahman adlaah rahmat terhadap nafs, wujud duniawi, Rahim adalah rahmat terhadap hati, Rahman memberikan rezeki di dunia ini dan Rahim memberikan keselamatan abadi di akhirat.

Manifestasi sifat Rahimiyyah pada kaum beriman muncul sebagai rasa syukur kepada Allah yang memberikan kita segalanya, dan juga kemampuan untuk bersikap penyayang, memelihara dan memberi yang juga di anugerahkan NYA kepada kita. Tidak sombong dalam menjalankan perbuatan baik dan menyadari bahwa Dialah Yang Menciptakan maupun Memenuhi kebutuhan mereka semua ini mencerminkan sifat Rahmaniyyah.

Jika engkau menghadapi kesulitan, tidak bersyukur dan penuh amarah, engkau harus bersabar karena Allah, karena engkau akan menerima balasanmu disini dan sepuluh kali lipat pahala di akhirat. Jangan lah engkau amerkan amal baikmu, khususnya kepada orang orang yang menerima nya. Berterima kasihlah kepada mereka , jika keadaan mereka tidak demikian, niscaya kasih sayang dan kedermawananmu tidak dapat di wujudkan.

Sedangkan orang yang menerima kasih sayang dan perhatian harus berterima kasih kepada orang yang mengasihi mereka dan mengingat mereka setiap waktu karena orang yang tidak berterima kasih kepada manusia berarti tidak berterima kasih kepada Allah. Namun orang yang berbuat baik tidak boleh dijadikan dewa karena kebaikan mereka, menjadi hamba mereka selain menjadi hamba Allah, tetapi sebagai alat, karena alat yang dipilih adalah alat yang baik dan patut dihargai.

Orang yang merasakan sifat al Rahman dan al Rahim Allah dalam wujud mereka, dengan mendekatkan diri kepada Pencipta mereka maka dalam hati mereka tidak ada keraguan dan kesedihan. Mereka tahu bahwa apapun yang terjadi, Allah, al Rahman al Rahim akan mengasihi, menyelamatkan dan memberi pahala kepada mereka.

Sebaliknya oang orang yang mengira bahwa Rahmat dan kasih sayang Allah yang ada pada diri mereka sebagai sifat sifat mereka sendiri akan menjadi orang yang sombong dan ragu ragu, Abd AL RAHIM adalah orang soleh yang selalu merasa takut dan cinta kepada Allah SWT. Hidup seperti iut adlah perjuangan terus menerus untuk menuju kepada kesempurnaan yang sesuai dengan ajaran Islam. Inilah orang yang diridhai Allah, yang dimuliakan dengan manifestasi rahmat Allah, yang diungkapkannya kepada orang orang yang beriman kepada Allah SWT.

Orang orang yang dengan rasa cinta yang tulus dalam hati mereka membaca ya Rahman ya Rahim setiap selesai shalat wajib akan terpelihara dari kealpaan, kelalaian dan sifat keras kepada dan mendapat kasih sayang dari semua Mahluk. Insya Allah. Wallahu’alam bisshowab.

REFERENSI :

[1] khazanahislamku.blogspot.com