Notulensi Kajian Wisata Ilmi: Kupinang Kau dengan E-Money

NOTULENSI KAJIAN

Wisata Ilmi
Rabu, 7 Maret 2018

Oleh : Marwini,S.H.I,MA,M.Si
Tema : Kupinang Kau dengan E-Money

Zaman milenial sangat mempengaruhi kehidupan manusia, bisa dilihat dari tingkat kepekaan manusia terhadap lingkungan karena fokus pada alat elektronik yang ia miliki. Dan, hal tyersebut berdampak pula pada bidang ekonomi, khususnya bisnis online. .
.
Pertanyaannya, “ Bisnis seperti apa yang sah dalam islam?” lalu “Meminang seperti apa yang sah dalam islam?” 85% dari semua kegiatan manusia setiap hari adalah ekonomi. Bayangkan jika kita tidak hati-hati dalam aplikasinya, maka kita bisa terjerumus ke dalam dosa yang tidak kita sadari. .
.
Hukum jual beli adalah Mubah, dan jual beli menjadi halal apabila telah akad yaitu ijab dan qobul, seperti sepasang suami istri yang halal akibat dari akad. Berdasarkan Fiqih klasik, jual beli memiliki rukun yaitu:
1. Ada penjual dan Pembeli ,syarat penjual dan pembeli yaitu : Baligh dan berakal
2. Ada objek yang dijual belikan (kongkrit),syarat barang : sesuai prinsip syariat dan bukan barang haram
3. Ada akad yang jelas,syarat akad : ijab dan qobul serta berasas kerelaan
4. Dalam satu majlis (tempat), syarat tempat : Dalam satu tempat
.
.
Pertanyaannya” gimana ustad kalau belanja di Indomart, Alfamart, Mall dan sejenisnya?”
Hal ini dibahas dalam Fiqih Kontemporer,
Ada penjualnya tidak? Kasir yang berada disana bisa dimasukkan dalam kategori penjual
Ada pembelinya tidak? Yaitu pengunjung
Ada transaksinya tidak? Transaksi berbentuk tulisan tanda harga di barang tsb
Ada Akadnya tidak? Dipertegas di kasir, jika sang pembeli memang ingin membeli tanpa paksaan, berarti telah tercapai asas kerelaan
Dalam satu majlis? Ya, dalam satu majlis, di Indomart, Alfamart dsb.
.
.
“Trus, gimana ustad dengan bisnis online? Kan ga jumpa, ga dalam satu majlis”
Jika dikaji berdasarkan rukunnya, yang meragukan adalah majlis dan transaksi. Menurut ijtihad para Ulama, transaksi dalam bisnis online berbentuk tulisan yaitu pada deskripsi barang dan percakapan media sosial,sedangkan untuk majlisnya ulama berpendapat tetap dalam satu tempat yaitu via online.
.
.
“Trus,gimana ustad dengan transaksi menggunakan E-Money, boleh gak?”
Jawabannya adalah Boleh, namun tetap memenuhi DSNMUI( Dewan Syariah Nasional MUI) dan harus memenuhi akad-akad yang telah ditetapkan DSNMUI, kecuali Bitcoin. Syaratnya adalah:
1. Tidak mengandung Maysir
2. Tidak mengandung Riba dan Gharar
3. Tidak mengandung Israf ( kemungkinan untuk hedon, ctt: yang tidak boleh adalah memegang e-money bukan e-moneynya)
4. Bukan untuk maksiat dan Haram

Kenapa Bitcoin tidak boleh? Karena banyak melanggar syarat alat bayar.
Untuk mengetahui halal atau haramnya suatu bisnis bisa kita tetapkan dengan melakukan observasi atau riset terhadap transaksi dan mekanisme dalam pelaksanaannya. “ Gimana ustad kalau dilamar pake e-money?” Yang terpenting adalah isinya bukan kartu e-moneynya. Kedua belah pihak harus rela dan sepakat. Pernikahan adalah hal yang sakral, maka lakukanlah yang terbaik dan sesuai sunnah.

 

Masjid Kampus Undip
Nyaman Bersama Maskam

Cetak Artikel/Halaman

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *