Notulensi Kajian Wisata Ruhani: Kamulah Satu-satunya

NOTULISENSI KAJIAN WISATA RUHANI

Kajian Wisata RuhaniKamulah Satu-satunya
Oleh : Ustad Adi Darmawan

Ilmu aqidah itu sangatlah luas, dan pondasi dari aqidah itu terkait dengan keyakinan/keimanan seseorang.
Bagi orang ateis keimanan bagi mereka tidak ada, bahkan mereka nengatakan bahwa iman itu hanya logika sesaat. Sehingga sebagai orang yang beraqidah perlu pondasi yang kuat dalam berkomunikasi dengan orang ateis untuk meluruskan hal tersebut.

Aksioma-aksioma aqidah itu adalah sebagai berikut:
1) Apa yang dirasakan oleh indera itu maka hakikatnya ada
2) Sesuatu yang tidak bisa ditangkap oleh indera belum tentu tidak ada
Contohnya: bagi orang normal indera manusia itu ada 5. Bagi orang tuna netra, inderanya ada 4. Jadi maksdunya setiap orang itu punya pandangan dan keyakinan masing-masing sesuai dengan apa yang dirasakan dan diketahuinya
3) Akal itu dapat membenarkan indera
Maksudnya disini, tidak selalu indera itu benar. Kita dalam melihat dan menganalisis sesuatu tidak bias hanya dengan menggunakan indera semata. Karena adakalanya apabila kita hanya menjadikan indera sebagai patokan itu akan dapat menipu kita. Contohnya: ada sebuah pensil yang dimasukkan kedalam gelas yang berisi air. Apabila kita melihat dengan indera yaitu mata, maka akan didapatkan hasilnya bahwa pensil itu bengkok, padahal apabila kita menggunakan akal kita ketahui bahwa sebenarnya pensil yang berada dalam gelas yang berisi air itu tetap lurus. Tetapi hasil dari penglihatakan indera kita itu bengkok karena sebenarnya terjadi pembiasan disana. Jadi intinya dalam memandang suatu masalah, jangan hanya mengandalkan indera saja tapi harus disertai dengan akal kita.
4) Akal itu dibatasi oleh pengalaman empiris
5) Keyakinan bisa timbul dengan adanya informasi yang didapatkan
6)Masalah fitrah
Dalam fitroh kita orang yang baik itu harus menag dan orang kurang baik itu harus kalah. Terkait dengan hari pembalasan. Kita meyakini ada surga dan neraka dan juga yakin percaya bahwa orang yang amalannya baik akan masuk surge dan amalannya buruk akan masuk neraka. Seperti itulah fitrah manusia yang cenderung kepada kebenaran dan kebaikan.

Sebagai makhluk yang beraqidah dan beriman harus paham bahwa kita melaksanakan perintah Allah SWT dan menjauhi laranganNya itu adalah kewajiban dan keyakinan kita, itu bentuk Keimanan kita sebagai hambaNya, bukan karena melihat bagaimana dampak dan manfaatnya saja bagi diri kita. “Tuntutlah ilmu,sesungguhnya menuntut ilmu adalah pendekatan diri kepada Allah Azza Wajalla, dan mengajarkannya kepada orang yang tidak mengetahuinya adalah sedekah. Sesungguhnya ilmu pengetahuan menempatkan orangnya dalam kedudukan terhormat dan mulia (tinggi). Ilmu pengetahuan adalah keindahan bagi ahlinya di dunia dan di akhirat.” Seperti halnya seseorang yang ingin berhijrah menjadi pribadi yang lebih baik, harus mempunyai ilmu. Karena ilmu adalah salah satu cahaya yang meneranginya saat di perjalanan hijrah tersebut. Bila mana seseorang telah mengetahui suatu ilmu mengenai perintah-perintah Allah dan meyakininya. Maka keyakinannya pada Allah pun semakin kuat.

Lalu, bilamana ilmu mengenai perintah-perintah Allah sudah di jalankan, maka akan terasa iman yang tumbuh dalam hati. Iman itu ibarat air dalam gelas, bermacam-macam isinya. Ada yang terisi penuh, ada juga yang hanya setengahnya, dan ada pula yang hanya bagian dinding gelas tersebut yang basah. “Ilmu tanpa Agama Buta, Agama Tanpa Ilmu Lumpuh ”Tauhid”

Line : @maskamundip
FB : Masjid Kampus Undip
Ig : Maskam Undip
YouTube: Al-Fatih TV

Masjid Kampus Undip
Nyaman Bersama Maskam

Cetak Artikel/Halaman

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *